Author: Opi Anggoro
•5:54:00 PM
namanya juga hampir, berarti tidak
sudah di tangan, tinggal menggenggam lebih erat lagi
tapi kemudian, kubiarkan ia terbang
dan berharap tidak kembali lagi
untuk apa menggenggam sesuatu yang aku sendiri tidak yakin dengannya
biarkan saja terbang
mungkin ia akan bahagia tanpa berada di genggamanku
|
Author: Opi Anggoro
•5:11:00 PM
apa yang ada, suatu saat akan hilang
apa yang datang, suatu saat akan pergi
karena memang begitulah adanya dalam hidup ini
tak ada yang namanya abadi
abadi hanya sebuah persepsi
hidup adalah suatu ritme
lahir, tumbuh, berkembang, lalu mati
hidup adalah proses
hidup hanya sekali, nikmatilah prosesnya
tapi...menikmati itulah yang menjadi nilai utamanya
nilai yang sangat besar jika kita benar-benar bisa melakukannya
|
Author: Opi Anggoro
•12:54:00 AM
ingat lagu nuansa bening-nya vidi aldiano?
jika saat mendengarnya kau masih bisa tersenyum, berarti kau masih mengingatku.
apa kabar?
kudengar kau diterima di salah satu perusahaan besar saat aku berulang tahun kemarin.
selamat....
apa mimpimu selanjutnya?
masihkah kau buat target-target untuk tahun-tahun ke depan seperti dulu?
seperti dulu?dulu itu seperti apa?
seperti saat tanpa sengaja mendengar lagunya vidi lalu kita tertawa?
saat lagu itu berputar lalu kau bilang 'ah, lagu kita'
seperti itu?
tidak..aku tak ingin seperti itu.
cukup kau tersenyum saat mendengar lagu itu dan mengingatku sejenak.
jika itu tak menyakitimu....
|
Author: Opi Anggoro
•9:37:00 PM
entah kenapa akhir-akhir ini aku merindukanmu lebih
tapi aku lantas teringat kata-katamu 4 tahun yang lalu
"Tuhan belum memberi kita jalan"
Tuhan? siapa yang kau maksud Tuhan?
Tuhanmu? atau Tuhanku?
ah...sejatinya Tuhan itu sama saja.
hanya kita yang menyebutnya dengan cara berbeda
bolehkan aku sedikit berharap untuk bertemu denganmu sebentar di kota ini?
untuk sekedar mengucap 'hai, apa kabar dengan mimpimu?'
walau aku sudah tau apa jawabannya tapi aku tetap ingin mendengar langsung darimu
apa kau masih seantusias dulu saat bercerita tentang mimpi dan masa depan?
apa kau masih sepintar saat terakhir kita bertemu?
apa kau masih kau yang dulu?
mungkin...kita bukan orang yang sama lagi
mungkin...hati kita juga tidak sama lagi
dan mungkin...memang benar sejak awal kita tak pernah berada di jalan yang sama
ps : jika memang kita tak bisa lagi bersua, ingatlah pernah ada aku di hidupmu walau hanya sesaat. :)
|
Author: Opi Anggoro
•10:12:00 AM
dulu, saat seluruh manusia di sekelilingku menjadi alien hanya dia yang bertahan
saat seluruh dunia menjauh, dia yang selalu ada di sisiku
saat aku merasa kecil, dia yang membesarkan
saat aku terpuruk dan jatuh, dia yang membantuku berdiri
saat aku butuh teman bicara, dia selalu ada untuk mendengarkan
saat aku butuh nasehat, ia selalu berikan
dan sekarang...saat ia membutuhkanku bagaimana mungkin aku meninggalkannya?
|
Author: Opi Anggoro
•11:52:00 AM
aku memutuskan berjalan keluar
bukan karena aku menemukan tempat lain yang lebih nyaman
bukan itu...
aku hanya merasa tak memberikan kontribusi apapun saat berada di lingkarannya
memang berat rasanya saat kaki ini melangkah keluar
apalagi langkah-langkah selanjutnya
terpikir ingin kembali tapi...
ah sudahlah...
mungkin lebih baik begini
ada atau tak ada aku, tak akan berpengaruh pada lingkarannya
masih terasa berat
aku belum terbiasa
dan sekarang...
salahkah jika aku merindukannya?
|
Author: Opi Anggoro
•5:31:00 PM
pernahkah kau berada di persimpangan?
di antara dua jalan yang tak tahu mana yang harus kau pilih
aku berada di persimpangan
langkahku terhenti
aku ragu untuk melangkah dan memilih jalan mana yang harus kulalui
dan memang hanya aku yang bisa memutuskannya
|
Author: Opi Anggoro
•4:13:00 PM
Tak pernah ada yang tahu
Tidak kamu
Tidak dia
Tidak juga mereka
Faktanya, kalian tidak mengerti
Sedangkan aku ingin dimengerti
Aku hanya tak mau tersakiti
Semua sudah berubah
Kamu yang merubahnya
Aku tak bisa sama lagi
Aku sudah berusaha
Tapi...
Aku tak bisa...
|
Author: Opi Anggoro
•9:49:00 PM
Terkadang sempat terpikir, untuk apa semua ini? Ketika usaha yang telah dilakukan tak ada penghargaan sama sekali. Untuk apa? Benarkah tak ada pekerjaan yang sia-sia? Benarkah sabar itu membuahkan hasil? Benarkah senyum akan membawa kebahagiaan? Dan benarkah benarkah yang lain akan bermunculan lagi...
Ketika aku merasa jatuh dimana posisiku jauh dari tempatku harusnya bersandar, aku harus bagaimana? Haruskah aku berteriak memanggil penyandarku mendekat? Ataukah kubiarkan diriku terjatuh dan menunggu dengan harap agar penyandar akan tersadar dan menopangku berdiri?
|
Author: Opi Anggoro
•6:00:00 PM
Senja yang mengabu...
Udara yang tak berbayu...
Biarkan saja...
Nikmati apa yang ada
Ambil hikmahnya
Ada makna di setiap lembarnya
Biarkan senja bercerita
Biarkan ia berbicara
Karena dunia tak selamanya membara...
*sepotong senja di Jogja*
|