Author: Opi Anggoro
•9:37:00 PM
entah kenapa akhir-akhir ini aku merindukanmu lebih
tapi aku lantas teringat kata-katamu 4 tahun yang lalu
"Tuhan belum memberi kita jalan"
Tuhan? siapa yang kau maksud Tuhan?
Tuhanmu? atau Tuhanku?
ah...sejatinya Tuhan itu sama saja.
hanya kita yang menyebutnya dengan cara berbeda
bolehkan aku sedikit berharap untuk bertemu denganmu sebentar di kota ini?
untuk sekedar mengucap 'hai, apa kabar dengan mimpimu?'
walau aku sudah tau apa jawabannya tapi aku tetap ingin mendengar langsung darimu
apa kau masih seantusias dulu saat bercerita tentang mimpi dan masa depan?
apa kau masih sepintar saat terakhir kita bertemu?
apa kau masih kau yang dulu?
mungkin...kita bukan orang yang sama lagi
mungkin...hati kita juga tidak sama lagi
dan mungkin...memang benar sejak awal kita tak pernah berada di jalan yang sama




ps : jika memang kita tak bisa lagi bersua, ingatlah pernah ada aku di hidupmu walau hanya sesaat. :)


Author: Opi Anggoro
•7:46:00 PM

Dalam kesendirian, kian lama kurasakan kebenaran sebuah ungkapan lama
Betapa nilai seseorang sangat terasa justru ketika dia tiada
Dan ketiadaanmu memberi petunjuk yang amat nyata
Betapa rapuh jiwaku dalam kesendirian
Dan betapa utuh dalam kebersamaan denganmu
Hanya ada satu kata yang mampu mengungkap semuanya
Yaitu cinta...
Namun, ada satu hutang yang selama ini belum terbayarkan
Kurasa sudah tiba saatnya aku bercerita
Betapa dengan cinta itu aku justru menjauh darimu


*Lando untuk Kalin-Ungu Violet*
Dia
Author: Opi Anggoro
•10:12:00 AM
dulu, saat seluruh manusia di sekelilingku menjadi alien hanya dia yang bertahan
saat seluruh dunia menjauh, dia yang selalu ada di sisiku
saat aku merasa kecil, dia yang membesarkan
saat aku terpuruk dan jatuh, dia yang membantuku berdiri
saat aku butuh teman bicara, dia selalu ada untuk mendengarkan
saat aku butuh nasehat, ia selalu berikan
dan sekarang...saat ia membutuhkanku bagaimana mungkin aku meninggalkannya?
Author: Opi Anggoro
•11:52:00 AM
aku memutuskan berjalan keluar
bukan karena aku menemukan tempat lain yang lebih nyaman
bukan itu...
aku hanya merasa tak memberikan kontribusi apapun saat berada di lingkarannya
memang berat rasanya saat kaki ini melangkah keluar
apalagi langkah-langkah selanjutnya
terpikir ingin kembali tapi...
ah sudahlah...
mungkin lebih baik begini
ada atau tak ada aku, tak akan berpengaruh pada lingkarannya
masih terasa berat
aku belum terbiasa
dan sekarang...
salahkah jika aku merindukannya?

Author: Opi Anggoro
•9:21:00 PM
Ibu, aku ingin bercerita...
ini adalah kelanjutan kisah yang kuceritakan kemarin
kisah seorang pengembara yang terhenti di persimpangan
Ibu, sang pengembara akhirnya telah memilih
ia sudah memutuskan untuk memilih di antara persimpangan itu
sang pengembara butuh waktu lama untuk berpikir, Ibu
ia berkali-kali bertanya pada pengembara lain yang ia temui
tapi tak ada yang memberinya jawaban yang ia inginkan
tapi kini Ibu, sang pengembara telah melangkah kembali
ia memantapkan hatinya dan berjalan
ia percaya jika memang ini jalan harus ia ambil
Ibu, doakan sang pengembara
doakan ia, Ibu
ia masih terlalu muda untuk melangkah sendirian
Ibu, dia hanyalah seorang pengembara
 
Author: Opi Anggoro
•5:31:00 PM
pernahkah kau berada di persimpangan?
di antara dua jalan yang tak tahu mana yang harus kau pilih
aku berada di persimpangan
langkahku terhenti
aku ragu untuk melangkah dan memilih jalan mana yang harus kulalui
dan memang hanya aku yang bisa memutuskannya
Author: Opi Anggoro
•4:13:00 PM
Tak pernah ada yang tahu
Tidak kamu
Tidak dia
Tidak juga mereka
Faktanya, kalian tidak mengerti
Sedangkan aku ingin dimengerti
Aku hanya tak mau tersakiti
Semua sudah berubah
Kamu yang merubahnya
Aku tak bisa sama lagi
Aku sudah berusaha
Tapi...
Aku tak bisa...